19 December 2011

Kebiasaan Pemula Urus Karburator





Pemilik motor pemula yang baru ngeh mesin, biasanya suka enggak tahan kalau melihat karburator masih dalam kondisi standar. Komponen di luar dan di dalam maunya dikulik, katanya biar tarikan tambah yahud. Padahal kalau salah pasang apalagi nggak tahu sistem kerja masing-masing part yang ada di dalam, kemungkinan besar banyak bensin terbuang percuma. Bahkan tenaga motor cenderung menurun.

Makanya buat yang mau tahu jangan sesekali mengubah posisi klip di jarum skep, sekrup setelan udara atau mengganti ukuran spuyer. Bila salah posisi, kucuran bensin dan debit udara pasti jadi enggak imbang. Efeknya motor jadi susah hidup, langsam nggak normal hingga sering mbrebet akibat kekeringan atau kelebihan gas bakar.

Untuk motor standar yang perlu diperhatikan adalah memastikan tidak ada debu atau kerak di lubang aliran bensin-udara berikut spuyernya. Itu aja, Bro!  (motorplus-online.com)

15 December 2011

Desain Baru Piston Balap FIM, Lebih Slim

PT FIM (Federal Izumi Manufacturing) sudah biasa meluncurkan piston untuk balap. Namun sebentar lagi muncul seher buatan FIM  yang punya desain beda. Bentuknya lebih slim.

Slim artinya dinding seher yang menyentuh boring lebih sedikit. Sehingga lebih kecil daya geseknya. Juga bobotnya lebih enteng. “Bisa lebih slim karena diproduksi dengan sistem forging,” jelas Junus Budi dari bagian Product Development PT FIM.

Sistem forging dibuat dengan cara ditempa. Seperti ketika membuat pedang yang dibentuk dengan cara dipukul. Sehingga lebih kuat dan ringan. “Makanya bisa dibuat tipis,” jelas Junus yang senang memelihara kumis itu.

Meski sudah menggunakan sistem forging, namun tetap diberikan treatment lain. Seperti diberi tin plating atau pelapisan dengan menggunakan timah putih. Tebalnya 3 mikron, karakternya memberi pelumasan. 

Selain itu, tetap dilakukan pelapisan dengan menggunakan molybdenum. Supaya lebih licin ketika bersentuhan dengan dinding liner. Gesekkan jadi ringan. Paling penting lagi, masih dibuat fleksibel untuk atur kompresi. Karena dibuat lebih jenong.  (motorplus-online.com)

14 December 2011

Awas! Papas Head Radiator Jangan Sembarangan

Papas head motor beradiator nggak boleh sembarang. Terutama buat mesin yang sudah dibore up. Salah perhitungan atau gagal dalam proses pemangkasan, air radiator rawan bocor dan nyebarang ke ruang bakar.

Kalau sudah seperti itu, motor biasanya sulit hidup, muncul kerak di kepala piston sampai jebol akibat terjadi impact. Seperti Kawasaki Ninja atau Honda Vario. Kedua tunggangan ini rawan bocor bila terjadi kesalahan saat proses pemangkasan.

Kalau hasil papasan nggak rata atau miring, saat head dipasang kebocoran dapat terlihat dengan munculnya rembesan air di bibir sambungan antara head dan silinder. Tapi, ini murni kesalahan kerja tukang bubut. Bisa dari posisi pasang head yang miring waktu dibubut atau sudut pisaunya tidak tepat.

Penyebab lain air radiator bocor di Kawak Ninja, biasanya karet sil (O-ring) di atas bibir silinder blok sudah rusak. Bisa karena keras (pecah-pecah) atau karet O-ring sudah mulai memuai hingga sulit untuk membendung tekanan air dan kompresi. Apalagi Kawak Ninja tidak pakai paking seperti motor pada umumnya.

Di Honda Vario yang silindernya bisa dibore up dan pakai paking (tidak pakai O-ring), pembesaran diameter piston dan ubahan pada kubah head tidak boleh lebih dari 55mm. Kalau terlalu besar, jarak diameter kubah dan silinder dengan lubang sirkulasi air radiator semakin dekat. Karena terlalu dekat, akibatnya mudah bocor itu.  (motorplus-online.com)

Suzuki nex Datang, Spin 125 Discontinue!

Kehadiran Suzuki nex akhirnya secara resmi juga menjadi penanda dihentikannya produksi dan penjualan Suzuki Spin 125.

"Iya, Suzuki Spin resmi discontinue, kita gantikan dengan Suzuki nex yang baru ini," buka Paulus S Firmanto, Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Meski begitu, PT SIS yakin skubek barunya ini mampu diterima oleh masyarakat Indonesia. Desain dan spesifikasi tekniknya diklaim dibuat sesuai kebutuhan konsumen di Indonesia.

Bahkan Suzuki nex ini juga diyakin masuk ke pasar skubek low entry yang paling gemuk. Pasar ini sebenannya sudah penuh sesak dan dikuasai oleh Honda BeAT dan Yamaha Mio Sporty.

"Kita sengaja menghadirkan Suzuki nex yang irit, lincah dan gaya," beber Paulus yang yakin skubek barunya akan terjual hingga 200 ribu unit di tahun 2012 mendatang.

Suzuki
mengklaim mesin 113 cc-nya, memiliki tenaga 9,4 PS di 8.000 rpm.  Dan torsinya mencapai 8,7 Nm di 6.500 rpm.

Mesin ini diklaim mampu membuat konsumsi bahan bakarnya sangat irit. Suzuki mengklaim konsumsi bahan bakarnya mencapai 79,6 kilometer per liter.  (motorplus-online.com)

12 December 2011

Suzuki Satria FU 150: ‘Ayam Jago’ yang Gampang Dimodif

Menurut Didi Nurhadi, builder D2M (Duffy Duck Motor), Jakarta, Suzuki Satria FU 150 sepeda motor bebek dengan tampang jantan. Tampilan dasarnya mempermudah modifikator seperti mengutak-atik lebih dalam. ”Kalau diibaratkan, Satria FU 150 adalah ‘ayam jago’. Model depan dan belakang sudah bagus, tenaganya oke, dan rangkanya kuat,” ujarnya.
Didi menambahkan jika bagian depan Suzuki Satria FU 150 sudah mempunyai nilai desain ciamik. Jika ingin memodifikasi, mungkin sentuhan akan lebih mengarah ke kaki-kaki dan bagian mesin. Biasanya pemilik Satria FU 150 meminta Didi untuk menambahkan kapasitas tenaga dan tampilan yang lebih mengarah ke drag style.
Seperti Ozi misalnya. Suzuki Satria FU 150 lansiran 2008 miliknya, kini, tak lagi standar. Tenaganya dinaikkan dengan mengoprek dapurpacu dengan part-part racing. Bagian kaki-kaki dipangkas lebih cungkring untuk memeroleh kesan pendek dan kencang. ”Yang penting tenaga dapat, dan style juga oke,” sahutnya.VGYQW8BCZU6U
Fenomena modifikasi Satria FU 150 ini jelas membuatnya menjadi incaran. Bahkan harga bekasnya masih tinggi karena masih banyak permintaan.

Komparasi Supra X125 & Spacy Injeksi VS Karbu

 Emisi Lebih Rendah

Melalui pengabut bahan bakar yang bisa menyesuaikan kebutuhan dapur pacu, Supra X125 Helm In PGM-FI dan Spacy Helm In PGM-FI, cenderung rendah emisi. Apalagi, kedua varian ini sudah harus sesuai regulasi EURO 3. Emisi varian ini coba diukur melalui peranti uji emisi. Setidaknya ada faktor penting dalam pengujian emisi. Yaitu; HC (Hidro Carbon), CO2 (Karbon Dioksida) dan CO (Karbon Monoksida).

CO yang dihasilkan Supra X125 karbu berkisar 4,18 gr/km. Sedang Supra Helm In PGM-FI, lebih rendah. Yaitu, 0,104 gr/km. Untuk HC, karbu bermain di 0,77 gr/km sedang injeksi di 0,058 gr/km.




Beralih ke Spacy. Spacy injeksi hasilkan CO sebesar 0,247 gr/km. Tentunya, Spacy karbu lebih besar. Yaitu, 4,78 gr/km. Lalu untuk HC, Spacy PGM-FI bermain di 0,070 gr/km. Sedang Spacy karbu, 0,75 gr/km.

Ada faktor lain yang sebabkan emisi lebih rendah. Yaitu, adanya catalyc converter di saluran buang. Part yang bentuknya menyerupai sarang tawon ini berfungsi mengurai gas buang.